top
logo

BERANDA


PROGRAM STUDI PERBANDINGAN AGAMA (USHULUDDIN)
News PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 13 May 2012 03:17

GHAZWUL FIKRI, Sebaiknya Waspada!!! Bukti Nyata Imbas Orientalis!!

Irshad Manji, Terjangkit Psikopat, Sepatutnya Diobati!

Dr. H. Adian Husaini, M.A.

E-mail Print PDF

Irshad Manji, seorang tokoh penggerak dan praktisi lesbianisme datang lagi ke Indonesia, di bulan Mei 2012 ini. Berbagai rencana penyambutan kedatangannya sudah disiapkan di sejumlah kota. Kabarnya, ia akan meluncurkan buku terbarunya, Allah, Liberty & Love, dalam edisi Indonesia. Irshad Manji memang lesbian ”nekad”. Logikanya, lesbian tidak bangga dengan kelainan seksual yang dideritanya.
Tapi, aktivis liberal Nong Darol Mahmada pernah menulis artikel di Jurnal Perempuan (edisi khusus Lesbian, 2008) berjudul:Irshad Manji, Muslimah Lesbian yang Gigih Menyerukan Ijtihad. Katanya: ”Manji sangat layak menjadi inspirasi kalangan Islam khususnya perempuan di Indonesia.”
Read more...
 
PENERIMAAN MAHASISWA BARU 2012/2013 PROGRAM REGULAR, BEASISWA DAN TRANSFER PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 11 March 2012 08:56

Muqaddimah

Program Studi Perbandingan Agama (Ushuluddin) adalah salah satu program studi yang dimiliki oleg Fakultas Agama Islam Universitas Muhamadiyah Surakarta yang berdiri pada tahun 1966 sebagai IAIM Surakarta. PAda tahun 1981 IAIM bergabung dengan IKIP Muhammadiyah menjadi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Prodi ini bermaksud mencetak kader persyarikatan, kader umat dan kader bangsa yang berkualifikasi ulama, cendekiawan, dai/mubaligh atau praktisi professional dalam ilmu-ilmu agama dan penyuluhan agama. Memiliki wawasan ilmu agama-agama yang luas sehingga mampu menjadi pelopor perdamaian dan kerukunan hidup umat beragama sekaligus memurnikan pengamalan agama Islam dan menjadi benteng pemurtadan dan pendangkalan aqidah umat.

Lulusan program studi ini berpeluang menjadi Ahli ilmu-ilmu Agama Islam dan perbandingan Agama, Peneliti dan Pemikir, Ulama dan Muballigh/Dai yang siap membina kerukunan antar umat beragama sekaligus membentengi umat Islam dari gerakan pemurtadan dan pendangkalan akidah. Juga berpeluang untuk menjadi penyuluh agama, Ulama dan Rohaniawan Islam, Bintal TNI Polri, Wartawan, Guru dan sebagainya

Visi

Unggul dalam pengembangan studi pemikiran Islam dan ilmu agama-agama yang transformtif pada 2020

Misi

1. Mengembangkan potensi mahasiswa menjadi pakar dan/atau praktisi keIslaman dan ilmu agama-agama yang profesional.

2. Mengembangkan teori, konsep, dan model studi pemikiran Islam dan ilmu agama-agama.

3. Memberdayakan masyarakat untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama melalui pelatihan, bimbingan, konsultasi, penyuluhan, dan pendampingan/advokasi

Tujuan

1. Menjadi Program Studi yang unggul dalam pemikiran Islam dan ilmu agama-agama yang transformatif.

2. Menjadi Program Studi yang unggul dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, kompetitif dan berakhlak karimah dalam pemikiran Islam dan ilmu agama-agama.

3. Menjadi Program Studi yang berkelanjutan dengan tata pamong yang baik.

Kurikulum

Kurikulum Program Studi Perbandingan Agama (Ushuluddin) FAI UMS disusun sedemikan rupa dalam menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang ilmu perbandingan agama, pemikiran Islam, ilmu dan strategi dakwah Islam serta penelitian dan penyuluhan agama. Oleh karena itu disusunlah kurikulum yang memadukan keislaman, keindonesiaan, kemuhammadiyahan dan kesurakartaan, dengan memandang Islam sebagai paradigma dan landasan ilmu dan amal.

 

Last Updated on Monday, 19 March 2012 12:42
Read more...
 
dinamina Umat Islam PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 02 March 2012 04:09

MUI Sambut Kehadiran MIUMI

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesa (MUI) Pusat, Dr Din Syamsuddin menyambut baik lahirnya organisasi Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI). Menurut Din, kehadairan organisasi bukan saingan MUI, sebab kehadirannya justr mngopimalkan peran ulama dan mem bantu otoritas keulamaan. Dengan adanya lembaga keagamaan yang notabene dihuni cendekiawan muda itu, MUI semakin terbantu dalam malakukan perjuangan agama. Pemimpin PP Muhammadiyah ini menyarankan agar MIUMI harus bisa menampilkan watak islam. Yakni sebagai agama kasih sayang dan perdamaian, keadilan, kemajuan, serta agama kesaksian.“Tentu dalam hal ini, MUI sangat menyambut baik, “ujarnya, Selasa (28/02/2012) malam saat deklarasi MIUMI di Hotel Grand Sahid Jakarta.“Kami berterima kasih karena ada generasi muda yang menjadi penerus-penerus MUI,” tambah Din.

Pada kesempatan yang sama , Prof. Dr. Mohammad Mahfud M.D, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) mengingatkan, agar kehadiran lembaga ulama muda ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas ulama. “Semoga bisa meningkatkan kualitas ulama, terutama dari sisi kredibilitasnya ketika menghadapi fatwa-fatwa pesanan, “ ujarnya.

Sebelumnya, Ketua MIUMI terpilih, Dr Hamid Fahmi Zarkasi menjelaskan, lahirnya organisasi ini bukan untuk menyaingi MUI, tapi justru memperkuat otoritas lembaga keulamaan setingkat MUI.

Last Updated on Saturday, 03 March 2012 08:55
 
Pak Fattah dalam Liputan PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 20 March 2012 01:52

 

Respon Cendekiawan Muslim Indonesia Terhadap Gagasan Civil Society

Budi W - GudegNet

Drs. H.M. Abdul Fatah Santoso, M. Ag., (57 tahun) mengatakan, Civil Society yang kurang lebihnya bermakna pemberdayaan masyarakat gencar diwacanakan sejak dekade 90-an dan intens menjadi gerakan politik di Indonesia, sebagai respon dan kritik terhadap paktik politik Orde Baru. Masuk Era Reformasi, civil society mulai menjadi wacana negara sebagai cita-cita ideal mewujudkan masyarakat Indonesia baru.

Namun pada perkembangan selanjutnya, antara cita-cita ideal dengan realitas sosial yang mengimplisitkan civil society di negri ini menjadi relatif lemah. Karena cita-cita ideal memberdayakan masyarakat k secara adil dan merata, justru semakin memicu terjadinya radikalisme, komunalisme, kerusuhan dimana-mana, pelanggaran tindak pidana, mobilisasi massa yang semakin melebar dan sebagainya. Itu semua akibat kekecewaan masyarakat luas terhadap konflik antar elite politik yang tak kunjung reda dan penyalahgunaan kekuasaan ditandai dengan semakin tingginya praktek-praktek korupsi dan kolusi. 

Kesenjangan antara harapan dan kenyataan tidak hanya terjadi di masyarakat, bahkan pada pemimpin dan institusi civil society itu sendiri. Kepemimpinan negara model civil society pada era reformasi sekarang ini, sepertinya juga tidak mampu memegang amanat kepercayaan dari masyarakat. Setidaknya sudah tiga kali kepemimpinan negara (Era Gus Dur, Megawati, maupun SBY) tidak mampu secara produktif melakukan reformasi dan demokratisasi. Hal ini ternyata menggugah cendekiawan Muslim Indonesia merespon keadaan ini, baik secara konseptual maupun sikap dan tindakan dengan melakukan agenda-agenda pemberdayaan yang mengacu pada perspektif Islam Indonesia. 

Bagaimana respon cendekiawan Muslim terhadap konsep dan gerakan civil society di negri ini, Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhamadiyah Surakarta (UMS) ini melakukan penelusuran secara intersif dan dirangkum menjadi karya Doktoralnya untuk meraih Gelar Doktor Bidang Ilmu Agama. Penelitian disertasi berjudul “Respon Cendekiawan Muslim Indonesia terhadap Gagasan Civil Society (1990-1999)” yang dilakukan putra kelahiran Cirebon ini dipresentasikan untuk meraih Gelar Doktor Bidang Ilmu Agama Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, di Ruang Promosi Gedung Convention Hall baru-baru ini. 

Abdul Fattah memaparkan, bahwa dalam perspektif Islam mengisyaratkan model civil society berdasarkan pengalaman historis Islam: Ada civil society tradisional (komunitas santri, asosiasi pedagang, pengrajin, paguyuban, asosiasi ulama/pesantren dan tarekat. Ada civil society modern (gerakan anti globalisasi, anti korupsi, LSM-LSM lokal, nasional, internasional, asosiasi profesional (dokter, pengacara), serikat pekerja industri, MUI, KWI, PGI, aktifis keagamaan moderat dan garis keras). 

Sementara norma-norma yang diperjuangan civil society menurut perspektif Islam diantaranya: pengakuan hak-hak individu dan komunal (kebebasan, kemandirian, perlindungan hak-hak dasar, tanggungjawab sosial, pengawasan sosial), persamaan manusia (demokrasi, kepemimpinan melalui pemilihan), hidup berdampingan (toleransi, kerjasama, solidaritas soaial), peningkatan martabat manusia (pemihakan kepada kaum lemah dan tertindas, pengembangan masyarakat), penghargaan terhadap perbedaan sosio-cultural dan agama (pluralisme, toleransi, persatuan, perdamaian, keseimbangan). 

Menurut promovendus, paparan di atas merupakan respon cendekiawan Muslim Indonesia yang mempergumulkan konsep civil society dengan nilai nilai Islam sehingga diperoleh dasar-dasar legitimasi normatif dan pergumulan konsep civil society dengan pengalaman formasi sosial Muslim, sehingga diperoleh dasar-dasar legitimasi historis yang mengacu pada masyarakat madani era Nabi Muhammad SAW. 

Dari hasil riset disertasinya, Promovendus berharap, dalam strategi pemberdayaan civil society maupun upaya-upaya melakukan gerakan sosial, paparan di atas hendaknya dipahami betul oleh segenap pelaku civil society. Sementara upaya mewacanakan strategi pemberdayaan civil society dan gerakan sosial, hendaknya dilakukan terus menerus, baik secara struktural maupun kultural, sehingga bisa menekan dampak negatifnya, seperti: radikalisme, komunalisme, kerusuhan, pelanggaran tidak pidana, pengerahan massa anarkis, penghakiman sendiri dan sebagainya, Demikian tegas promovendus (diadop dari gudeg.net oleh Syamsul Hidayat).

 

Last Updated on Tuesday, 20 March 2012 02:01
 
PAK FATTAH BERHASIL SANDANG GELAR DOKTOR PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 07 March 2012 11:39

Alhamdulillah, setelah melalui perjalanan yang panjang, Pak Fattah Santoso, akhirnya sampai juga waktunya untuk menyabet gelar Doktor dalam Ilmu Agma Islam di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pada hari Jumat, tanggal 16 Maret 2012, merupakan hari bersejarah bagi Dr. M. Abdul Fattah Santoso, M.A. Dekan FAI UMS ini telah berhasil mempertahankan Disertasinya pada Ujian Promosi Terbuka pada Program Doktor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dengan predikat "SANGAT MEMUASKAN".

Disertasi dengan judul "RESPON CENDEKIAWAN MUSLIM INDONESIA TERHADAP GAGASANCIVIL SOCIETY (1990-1999)" ditulis dengan cerrmat, teliti dan padat dengan pemikiran yang cerdas dan bernas, di bawah promotor Prot. Dr. Djiko Suryo dan Prof. Dr. M. Amin Abdullah. Dalam Ujian Promosi tersebut Dr. M.A. Fattah Santoso berhasil menjawab semua pertanyaan dari semua penguji terdiri dari: Prof. Dr. Bambang Cipto, Prof. Dr. Siswanto Masruri, M.A., Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain,dan Dr. Noorhaidi Hasan, M.Phil., Ph.D. Hadir dalam Ujian Terbuka tersebuti sekitar 250 orang terdiri dari keluarga promovendus, keluarga besar Universitas Muhammadiyah Surakarta, beberapa mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga dan handai taulan promovendus terutama dari jajaran PP Muhammadiyah dan PW Muhammadiyah Jawa Tengah.

Prof. Amin Abdullah menyatakan kesannya sebelum menyampaikan pertanyaan, bahwa disertasi ini nyaris tanpa kesalahan pengetikan, dan pengungkapan data dan analisisnya sangat matang, tidak seperti disertasi yang lainnya yang cenderung masih mentah. Meskipun proses penyelesaian studi Dr. Fattah ini terhidung cukup dan sangat lama, Amin Abdullah menyatakan kepuasannya karena kualitas Disertasi hampir tak tertandingin dengan disertasi laiinya, setidaknya di UIN Yigya. Kesan serupa juga dikemukakan Prof. Bambang Cipto, menurutnya sejauh ini belum ada tulisan para pakar tentang Civil Society dan pandangan Islam yang berbobot seperti disertasi Pak Fattah, bahkan tulisan cendekiawan Barat Robert Herfner sekalipun masih dibawah disertasi Dr. M.A. Fattah Santoso. Untuk itu, Prof. Dr. H. Djoko Suryo menyarankan agar disertasi ini diterbitkan menjadi bulu baik dalam Bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris dan Arab. Anggota Tim Penguji lainnya, mengamini ketiga penguji tersebut, termasuk ketua Sidang Prof. Dr. Musa Asy'arie. Bahkan Rektor UIN ini ketika mengumumkan hasil Ujian Terbuka menyatakan bahwa semua penguji sepakat bahwa kualitas Disertasi ini mencapai derajat cumlaude, hanya karena proses studi yang cukup lama, maka Tim Penguji memutuskan kelulusan Dr. M.A. Fattah Santoso, M.Ag. dengan derajat sangat memuaskan. Barakallah fikum ya Ustadz Abdul Fattah.

Last Updated on Monday, 19 March 2012 08:20
 
« StartPrev12NextEnd »

Page 1 of 2

YANG ONLINE

We have 5 guests online

Visitor

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday54
mod_vvisit_counterYesterday80
mod_vvisit_counterThis week307
mod_vvisit_counterLast week279
mod_vvisit_counterThis month692
mod_vvisit_counterLast month553
mod_vvisit_counterAll days4912

We have: 5 guests online
Your IP: 38.107.179.217
 , 
Today: May 17, 2012
Visitors Counter

bottom

Powered by Joomla!. Designed by: Free Joomla Themes, hosting. Valid XHTML and CSS.